Serba Serbi Masjid Jogokariyan

Tempat merebaknya suara syahdu yang tak dapat dibandingkan dengan kidung ibu. Menggema ke penjuru. Saling bergantian bersahutan. Aku menyebutnya panggilan surau. Memanggil hati, memanggil iman, berseru untuk memupuk ketakwaan. Bagi segelintir petualang bumi, gunung ku daki, lautan ku seberangi kini tak berlaku lagi, karena masjid kuhampiri ‘tuk penuhi panggilan Illahi.

Surau (bahasa Sumatra) atau biasa disebut dengan masjid, merupakan tempat ibadah bagi orang muslim. Di Kota Jogjakarta terdapat salah satu masjid terbaik nasional yakni masjid Jogokariyan. Masjid ini dinobatkan sebagai masjid besar percontohan Nasional oleh Kemenag RI. Masjid Jogokariyan terletak di Jalan Jogokariyan No. 36, Manjiteron Kota Yogyakarta. Masjid Jogokariyan dari tahun ke tahun selalu semarak ketika Bulan Ramadhan tiba. Daerah masjid terkenal dengan sebutan “Kampung Ramadhan” selalu ramai dikunjungi oleh warga Jogja maupun pendatang sejak awal puasa tiba. 

Masjid Jogokariyan sangat semarak ketika bulan Ramadhan. Kepanitiaan Ramadhan tahun ini telah mengemas kegiatan semenarik mungkin. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi, pasar sore Kampung Ramadhan Jogokariyan, buka bersama, I’tikaf, shalat tarawih dengan salah satu imam dari Palestina, dan shubuh syahdu yaitu sholat shubuh dengan diimami imam yang memiliki suara qari emas. Selain kegiatan tersebut juga ada Muslim art competition merupakan lomba yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, dan tahun kedua bertepatan pada tahun ini dimana perlombaan ini telah diselenggarakan pada tanggal 17 sampai dengan 18 Maret 2018. Jenis perlombaannnya meliputi lomba mural, fotografi, kaligrafi, menggambar, mewarnai, majalah dinding, adzan, tilawah, dan lomba cerdas cermat.

Puncak keramaian pada kegiatan Kampung Ramadhan terlihat pada saat buka bersama. Untuk buka bersama di Masjid Jogokariyan disediakan rata-rata sebanyak 2.500 porsi. Biaya untuk menyelanggarakan buka bersama diperoleh dari donasi yang terbuka untuk umum. Jumlah total donasi yang diperoleh mencapai 600 juta rupiah pada pertengahan bulan Ramadhan. “Saat ini untuk anggaran buka bersama donasi yang telah terkumpul mencapai enam ratus juta dan rata-rata perhari masih bertambah sebanyak tujuh puluh juta. Donasi yang masuk akan kita alokasikan untuk anggaran buka bersama. Selain buka bersama di masjid Jogokariyan, kita juga mengirimkan anggaran untuk buka bersama ke masjid di daerah lain seperti Bantul, Imogiri, dan sekitar Merapi. Donasi yang masuk tahun ini harus dipakai untuk tahun ini juga.” Kata Ahmeda Aulia Nurseta di panggil Edo, ketua panitia pelaksana Kampung Ramadhan Jogokariyan 2018.

Pelaksanaan tarawih di Masjid Jogokariyan selalu dipenuhi oleh jamaah. Jika tidak datang lebih awal maka tidak akan mendapat tempat untuk melaksanakan sholat. Di masjid ini dilaksanakan shalat tarawih “ala Madinah“, dalam satu kali tarawih, minimal membaca satu juz. Ramadhan kali ini, masjid Jogokariyan mendatangkan imam besar dari Palestina.

Sepuluh hari sebelum hari raya Idul Fitri, ada agenda I’tikaf bersama. Peserta yang ingin mengikuti I’tikaf di masjid ini telah mendaftar satu bulan sebelum bulan Ramadhan tiba. Kuota I’tikaf dibatasi sebanyak 50 orang untuk putri dan 100 orang untuk putra. Biaya pendaftaran untuk setiap peserta adalah Rp. 300.000,00. Peserta i’tikaf mendapat fasilitas makan buka dan sahur, tempat menginap, kajian dan kitab/makalah kajian. Kuota terbatas dan setiap orang berlomba untuk mendaftar, maka wajar jika belum masuk bulan Ramadhan kuota sudah terpenuhi dan pendaftaran ditutup ketika kuota habis. 

Rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Masjid Jogokariyan mampu menyatukan setiap muslim di kota Jogjakarta dan sekitarnya. Khususnya banyak remaja yang datang ke kampung ramadhan untuk “ngabuburit” menunggu buka puasa tiba dan berbuka bersama di masjid Jogokariyan.